Author : Claudia Gray
“Love. I couldn't say but love and his face fade away into my eyes..”
Menulis adalah salah satu aktivitas yang terkadang saya lakukan di sela-sela kesibukan. Bahkan nggak jarang saya juga seringkali mengorbankan waktu belajar saya hanya untuk menulis sesuatu yang seharusnya menjadi prioritas sekunder. Sedikit nggak konsisten ya sama janji saya sendiri? Yang mau mendahulukan tugas daripada kepentingan pribadi?
Tapi yang namanya ide itu munculnya nggak di duga-duga dan biasanya tanpa pemberitahuan. Ibarat makhluk kecil, ide itu bagaikan jerawat yang mendadak muncul gitu aja di bagian muka. Contohnya aja kayak sekarang ini, saya yang seharusnya menghapal materi buat mata kuliah PLSBT malah justru jadi keasyikan mijit-mijit tombol laptop karena si something bernama ide itu lagi berbaik hati muncul di monitor otak sehingga penting buat saya untuk menuliskannya di sini.
Dan lagi-lagi ide saya yang muncul itu masih berupa komentar tentang buku. Lebih tepatnya tentang novel sih. Dan tentu aja, karena novel yang saya baca itu masih seputaran novel fiksi karangan Claudia Gray, maka untuk menuntaskan sedikit rasa ingin tahu kalian tentang novel yang saya baca, oke lah saya kasih sedikit bocorannya di sini.
Bergabungnya Lucas dan Bianca bersama salib hitam lantas tidak membuat mereka berdua aman karena baik Bianca maupun Lucas harus menyembunyikan identitas asli Bianca dari siapapun – tak terkecuali dari Raquel dan Dana (teman dekat mereka).
Bianca yang telah ditakdirkan akan menjadi seorang vampir, kian hari kian merasakan naluri vampirnya tersebut. Termasuk nalurinya akan meminum darah. Tetapi karena situasi bersama Salib Hitam yang menyulitkan Bianca untuk mendapatkan atau meminum darah manusia secara bebas, maka Lucas seringkali menyodorkan darahnya untuk diminum oleh si ceweknya tersebut. Padahal orang yang sudah di gigit vampir sedikit banyaknya akan memperoleh kekuatan vampir atau bahkan bisa menjadi vampir.
Suatu hari ketika Bianca tengah meminum darah yang dibawakan oleh Lucas dari hasil membobol bank darah di area rumah sakit, Dana dan Raquel tak sengaja melihat hal tersebut yang mengakibatkan Lucas dan Bianca harus segera pergi meninggalkan markas sebelum anggota salib hitam yang lain mengetahuinya.
Tapi tanpa sepengetahuan Dana, Raquel, teman dekat Bianca yang merasa shock atas peristiwa tersebut lantas melaporkan kejadian itu kepada anggota Salib Hitam yang lain sehingga para anggota Salib Hitam yang lain tersebut bergegas menangkap Lucas dan Bianca lalu menginterogasinya.
Dana yang tak tega melihat Lucas dan Bianca di siksa oleh anggota Salib Hitam akhirnya memutuskan untuk membantu mereka melarikan diri. Dia yang ditugaskan untuk membawa Lucas dan Bianca ke suatu tempat untuk memusnahkan keduanya pada akhirnya jadi melepaskan mereka. Karena sebagai seorang teman baik dari keduanya, Dana merasa tidak tega.
Setelah lepas dari Salib Hitam, Lucas dan Bianca lalu pergi ke rumah Vic dan mereka berdua diperbolehkan tinggal di gudang anggur. (sedikit note saya untuk bagian ini, seperti most of romance novel pada umumnya.. bagian ini sebaiknya hanya di baca oleh pembaca 17 tahun ke atas. Tapi walau begitu, kata-kata novel ini tidak seekstrim keliatannya)
Hari demi hari berlalu. Namun semenjak peristiwa kabur dari salib hitam tersebut, kesehatan Bianca semakin memburuk padahal Bianca sering atau bahkan setiap hari meminum darah. Lucas semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi. Lantas apa yang salah? Satu-satunya cara adalah bertanya kepada kedua orangtua Bianca. Tapi itu tidak mungkin.
Bianca yang tidak ingin membuat Lucas khawatir selalu berusaha tegar. Dan hal tersebut membuat cowoknya semakin sedih dan semakin ingin melindungi ceweknya tersebut. Buat saya pribadi, bagian ini adalah bagian yang paling dalam. Dan bikin saya iri.
Lucas yang gagah perkasa dan ‘laki banget itu’ karena saking sayangnya dia dengan ceweknya tersebut, tanpa paksaan sedikitpun, ia rela melepaskan jauh-jauh jubah keangkuhannya sebagai seorang pria pemimpin yang seharusnya dilayani dan dipuja oleh banyak cewek.
Ia yang seharusnya diurus dan dilayani oleh ceweknya itu malah justru mengurusi ceweknya yang sedang sakit tersebut dengan tulusnya, merawat Bianca dengan sabarnya dan memberikannya seluruh perhatian yang ia punya lebih dari biasanya. Dan seketika saya inget akan part ini, saya jadi suka bertanya-tanya: “apa ada ya laki-laki se-care itu di dunia ini?” kalau ada.. mungkin cewek yang jadi pacarnya adalah cewek yang paling bahagia di dunia.”
Tidak ada satupun clue yang dapat dijadikan alasan sebagai penyebab dari sakitnya Bianca. Satu-satunya yang Bianca selalu ingat ketika ia masih tinggal dengan orangtuanya adalah bahwa kedua orangtuanya selalu mengatakan kepadanya bahwa Bianca akan berubah menjadi seorang vampir suatu hari nanti dan ia harus membunuh manusia. Tapi seketika cewek itu menjawab dengan bertanya jika ia tidak mau membunuh manusia, lantas apa yang akan terjadi, orangtuanya menolak menjawab dan lebih memilih bungkam.
Hari demi hari sakit yang diderita oleh cewek tersebut pun semakin bertambah parah, hingga di suatu malam di dalam kamar tidurnya, Bianca yang sudah sangat lemah menghembuskan nafas terakhirnya. Saat itu Lucas merasa amat sangat terpukul begitu juga dengan Balthazar yang mengetahui kematian Bianca. Namun, karena asal-usul Bianca yang merupakan vampir yang dilahirkan dengan bantuan roh, setelah kematiannya tersebut cewek itu masih tetap bisa melihat Lucas hanya sayangnya ia tidak bisa menampakan dirinya. Belum.
Di saat-saat sedih itulah, Balthazar yang benar-benar menginginkan adiknya kembali meminta pertolongan Lucas untuk membujuk lagi adiknya, Charity, untuk kembali padanya dan bergabung dengan Evernight. Dan tanpa pertimbangan yang matang, Lucas pun setuju. Masih dengan rasa sakit akibat kehilangan Bianca, bersama Balthazar cowok itu pergi untuk mendatangi Charity. Namun di sinilah akhir hidup Lucas sebagai manusia terhenti. Dalam sebuah pertempuran sengit, vampir psikopat bernama Charity yang tak lain adalah adik dari Balthazar berhasil membunuhnya dan menyempurnakan perubahan Lucas sebagai seorang vampir yang sudah memiliki kekuatan setengah vampir, karena sebelumnya Lucas sudah pernah di gigit oleh vampir lain, yaitu Bianca saat memberikan darahnya untuk menjaga Bianca tetap hidup, maka dengan keberhasilan Charity yang telah menggigitnya hal tersebut justru akan menyempurnakannya yang berarti adalah mimpi terburuk Lucas. Dimana ia nanti akan terbangun sebagai seorang vampir. Dan yang lebih mengenaskan pembunuhan itu terjadi di depan mata Bianca yang terlebih dahulu mati meninggalkannya.
Tapi jangan salah, kisah novel ini belum berakhir sampai di sini, kisah antara Lucas dan Bianca setelah perubahan keduanya akan di bahas di novelnya yang terakhir yaitu Afterlife. So be patient, guys::